Senin, 28 Mei 2007
Api Pencucian - Purgatory
Jumat, 18 Mei 2007
Z I A R A H
Banyak agama tradisional dan agama yang sudah berkembang seperti Hindu, Islam, Katolik mempunyai tempat-tempat ziarah dan umatnya mengadakan ziarahj ke tempat-tempat itu.
Ziarah merupakan perjalanan kunjungan ke tempat suci, keramat, sakti. Tempat itu dianggap tempat suci karena dipercaya bahwa di tempat itu pada suatu saat di masa lalu, Yang Kudus, Allah, atau orang-orang kudusNya menampakkan diri, atau membuat mujizat. Tempat itu kemudan dianggap merupakan tempat persemayaman tinggal Yang Kudus, Allah sendiri, atau tempat tinggal orang-orang kudusNya..
Di tempat ziarah selalu ada objek atau hal khusus yang menjadi tujuan kunjungan: makam, batu, patung, pohon, yang merupakan peninggalan/bukti dari peristiwa penampakan dan keberadaan Yang Kudus, Allah, atau orang-orag kudusNya.
Di tempat ziarah biasanya terdapat tiga unsur: air (sumur, sumber, sungai), batu (tiang batu, mezbah, kaabah, gua), pohon (bentuknya aneh, tua, keramat).
Tujuan ziarah adalah untuk mendapatkan macam-macam anugerah:
Anugerah spiritual: bertemu dan bersatu dengan Yang Suci, Allah, atau orang-orang kudus untuk mendapatkan kemantapan diri, panggilan hidup, pengampunan dosa, kekuatan untuk berjuang mengatasi masalah, berkat kebaikan dan kekuatan Allah dan doa orang-orang kudus.
Augerah bukan spiritual: penyembuhan, berhasil dalam bisnis, mendapat jodoh, anak, lulus ujian, keberhasilan karir.
Kegiatan berziarah itu mempunyai beberapa manfaat: 1). Mempersatukan umat dengan menutup segala perbedaan status sosial; 2). Mempersatukan yang insani dan yang ilahi, dunia-surga, bumi-langit; 3). Kesempatan merenung tentang perjalanan hidup sebagai proses ziarah dari dunia ini ke dunia lain, dan dari dunia makhluk ke dunia Khalik.
ZIARAH DI KALANGAN UMAT KRISTIANI
Dalam Perjanjian Baru tidak ada laporan tentang kebiasaan ziarah di kalangan umat Kristiani, baik berkaitan dengan Yesus maupun para kudus seperti martir Stefanus.
Pada zaman Kristiani awal, kira-kira tahun 200, ziarah dilakukan ke tempat makam para martir atau reliqui, peninggalan-peninggalan mereka: tulang, pakaian, alat ibadat, dll. mereka. Sejak awal di Eropa, Roma menjadi tempat ziarah penting, sebab ada makam St. Petrus dan Paulus, dan karena di Roma ada Paus, Pimpinan Gereja, yang tinggal di sana.
Pada Abad Pertengahan tempat ziarah diperluas, dan tempat ziarah yang paling penting adalah Tanah Suci, tempat Yesus hidup dan mengadakan kegiatan-kegiatan penyelematanNya.
Tempat-tempat ziarah itu kemudian bertambah luas ke seluruh dunia. Tempat-tempat di mana Maria dianggap telah berkarya dengan membuat mujizat atau menampakkan diri juga menjadi tempat ziarah. Tempat ziarah Maria yang terkenal adalah Loreto (Itali, sejak 1245), Guadalupe (Meksiko, sejak 1858), Fatima (Portugal, sejak 1917), Madonna Hitam (Polandia). Jumlah tempat-tempat ziarah kepada Gua Maria di Indonesia juga semakin banyak.
Asal-usul tempat ziarah dan mengapa suatu tempat menjadi ziarah . Antara lain, karena 1). Ada peristiwa penting terjadi di tempat itu (Sendangsono, orang Jawa pertama menjadi Katolik). 2). Legenda/Renya Rosari, di Larantuka, Flores. 3). Tempat yang oleh orang biasa dianggap keramat, lalu diambil alih dan dijadikan tempat ziarah.
Manfaat ziarah untuk perkembangan iman: 1). Berjalan sambil merenung tentang ziarah hidupnya. 2). Mengungkapkan iman secara total manusiawi: lahir-batin, jiwa-raga. 3). Mengungkapkan iman bahwa Allah entah langsung entah melalui orang kudusNya, masih terus berkarya di dunia, malalui alam dan unsur-unsur alam.
Bahayanya: 1). Kegiatan ziarah menjadi tahayul karena dasar iman dipengaruhi oleh tahyul dan maksud yang terlalu duniawi. 2). Kegiatan ziarah menjadi kegiatan magis: keyakinan bahwa Allah pasti akan berbuat sesuatu jika orang berbuat doa-doa atau ritual-ritual tertentu.
Dari lohkarkarya Katekese Keuskupan Surabaya Tentukan Arah Gerakan Bersama Katekese
Lokakarya itu didasari dengan semangat untuk membangun karya katekese yang kontekstual serta dijiwai nilai-nilai SAGKI 2005. Terlebih berdasarkan hasil kuesioner yang dikumpulkan dari para peserta, mereka menyadari bahwa karya katekese sebagai karya pewartaan yang strategis, namun masih harus dikembangkan sesuai dengan jaman dan konteks di Keuskupan Surabaya.
Beberapa hal positif dalam karya katekese selama ini ialah: munculnya kesadaran untuk berkatese, munculnya kesadaran pembaharuan dalam katekese baik secara materi maupun metodologi, dan katekese yang berlangsung selama ini sungguh memperkuat iman. Namun ternyata, katekese selama ini hanya berkutat pada soal iman, dogma dan ajaran Gereja saja. Para peserta menyadari bahwa katekese mereka selama ini kurang menjawabi aneka permasalahan umat maupun kehidupan berbangsa.
Ketua Komisi Katekese Keuskupan Surabaya, Rm. DB. Karnan Ardiyanto, Pr mengatakan, katekese di Keuskupan Surabaya belum ditempatkan dalam kerangka hidup Gereja setempat atau belum jadi perhatian dibandingkan fungsi hidup Gereja yang lain. Ini karena, menurut imam kelahiran Kertosono, hidup beriman dan berjemaat di Keuskupan Surabaya masih terpusat pada ibadat. Artinya, ibadat menjadi kegiatan pokok bagi para pekerja pastoral di paroki dan stasi.
Selain itu, imam yang akrab di sapa Rm. Karnan ini mengatakan awam di Keuskupan Surabaya belum berfungsi maksimal secara struktural dan fungsional dalam Gereja. Dengan kata lain, gambaran Gereja Keuskupan Surabaya masih bersifat kultis dan hirarkis, inilah yang seharusnya menjadi tantangan bagi umat serta para katekis untuk memikirkan bagaimana mereka dapat menjadi agen pewartaan yang aktif. Tidak hanya itu, umat dan para katekis hendaknya menemukan sebuah peran yang tepat mengenai: apa yang dapat disumbangkan katekese, agar hidup beriman lebih menyentuh keseluruhan hidup jemaat sehingga hidup beragama itu kelihatan dalam hidup sehari-hari, pendekatan dan sikap kateketis mana yang harus ditempuh para pekerja pastoral di Keuskupan Surabaya, serta prioritas mana yang harus diberikan untuk karya katekese dalam situasi demikian.
Tim Steering Commite lokakarya yang terdiri dari para imam serta beberapa katekis Keuskupan Surabaya berdasarkan realitas yang ada mengajak para peserta untuk menemukan katekese yang kontekstual dan transformatif. Yaitu katekese yang menyentuh dan menyapa hidup jemaat serta ditempatkan dalam kerangka Gereja setempat agar dapat berfungsi dengan baik sebagai kegiatan gerejani. Melalui proses panjang berdiskusi kelompok, sharing dan debat, para peserta yang dikelompokkan menurut Regio masing-masing diajak untuk melihat perubahan baru yang ditemukan, hakekat katekese serta mencoba menentukan arah katekese Keuskupan Surabaya.
Pada hari ketiga, akhirnya seluruh peserta bernafas lega setelah berhasil menemukan visi atau apa yang dinamakan Arah Gerak Bersama Katekese Keuskupan Surabaya yaitu: Katekese yang membangkitkan, menggerakkan dan memampukan Umat Allah membangun keadaban publik baru bangsa dalam terang Injil. Sedangkan misi atau cara yang harus ditempuh untuk menghadapinya ialah dengan, meningkatkan mutu dan jumlah SDM, mengembangkan isi dan materi katekese yang kontekstual serta membangun jaringan kerjasama yang terpadu dan berkesinambungan dengan kelompok kategorial dan teritorial baik dalam institusi Gereja maupun non-Gereja.
Para peserta juga menemukan kekuatan yang menjadi pendorong mereka dalam karya katekese yaitu: potensi SDM, keuangan, kuantitas katekis yang bertambah, dialog dengan hirarki yang terbuka, solidaritas lintas agama, kerja tim, dukungan dewan paroki, kesadaran untuk membina diri serta adanya tim katekese di tiap paroki. Meskipun para peserta juga sadar akan adanya hambatan seperti: pamrih, krisis keteladanan, ketidaksetiaan pada panggilan, iman yang dangkal, mental budaya negatif, sulit menerima metode baru berkatekese, mental ber-liturgi saja sudah cukup, serta menurunnya spiritualitas, daya juang, minat di kalangan umat. Hal ini menjadi keprihatinan dan tantangan bagi para katekis di Keuskupan Surabaya untuk membangun jaringan, koordinasi dan kehendak untuk membina diri melalui pelatihan-pelatihan yang semestinya diupayakan oleh Keuskupan Surabaya, dalam hal ini Komisi Katekese.
Lokakarya Katekese Keuskupan Surabaya yang telah menentukan Arah Gerak Bersama Katekese Keuskupan Surabaya, yang berlangsung empat hari itu diakhiri dengan ekaristi yang dibawakan secara konselebrasi oleh tujuh imam praja yang hadir. Para peserta siap meneruskan hasil lokakarya ke regio atau paroki masing-masing. Semua itu demi terciptanya katekese yang lebih menyentuh dan menyapa jemaat di Keuskupan Surabaya.
Minggu, 06 Mei 2007
15 JANJI BUNDA MARIA

Bagi Mereka Yang Rajin Berdoa Rosario
- Barangsiapa dengan setia berdoa Rosario untuk menghormati aku, akan menerima rahmat2 istimewa.
- Aku menjanjikan perlindungan khusus dan rahmat paling besar kepada mereka yang selalu berdoa rosario.
- Rosario adalah senjata ampuh untuk memerangi neraka, memberantas kejahatan, mengurangi dosa dan mengalahkan kesesatan iman.
- Rosario akan menumbuhkan kebajikan, karya penyelamatan serta Kerahiman Allah yang berlimpah akan diberikan kepada jiwa2, hati manusia akan dijauhkan dari cinta dunia dan dialihkan kepada hal2 yang abadi, dan jiwa2 akan disucikan.
- Jiwa yang mempersembahkan diri kepadaku melalui Doa Rosario tidak akan musnah.
- Barangsiapa berdoa Rosario dengan penuh kesungguhan dan merenungkan peristiwa2 sucinya tidak akan ditimpa kemalangan. Allah tidak akan menghukumnya dan dia tidak akan mati mendadak; kalau dia berbuat baik, dia akan tetap berada dalam rahmat Allah dan layak menerima hidup kekal.
- Barangsiapa berdoa Rosario dengan sungguh2 tidak akan mati tanpa menerima sakramen2 gereja.
- Mereka yang berdoa Rosario dengan setia akan melihat Cahaya Ilahi dan segala rahmatnya sepanjang hidup dan pada saat ajalnya; pada saat kematiannya mereka akan menikmati pahala dengan para kudus di surga.
- Barangsiapa tekun berdoa Rosario akan kubebaskan dari Api Penyucian.
- Mereka yang setia pada Rosario akan menikmati kemuliaan besar di surga.
- Permohonanmu melalui perantaraanku dengan Doa Rosario akan dikabulkan.
- Barangsiapa mewartakan Rosario Suci akan menerima bantuanku dalam kebutuhan mereka.
- Putera Ilahiku telah memberitahukan bahwa semua pendukung Rosario akan dibela pada Pengadilan Terakhir, selama hidup, dan pada saat kematian mereka.
- Semua yang berdoa Rosario adalah anak-anakku dan saudara2 dari Puteraku yang Tunggal, Yesus Kristus.
- Devosi kepada Rosarioku adalah pratanda keselamatan yang besar.
APA JANJI KITA kepada Bunda Maria, ratu surgawi?
PESAN MARIA TERSUCI KEPADA ST DOMINIKUS
"Pada suatu ketika, melalui Rosario dan Skapulir, aku akan menyelamatkan dunia. Barangsiapa meninggal dengan mengenakan skapulir, tidak akan menanggung derita api yang kekal."
SELAMAT berdoa Rosario!
Selasa, 17 April 2007
AJARAN GEREJA - Apa itu Stigma?
APA ITU STIGMATA?
APA ITU KAPEL?
Istilah kapel yang digunakan untuk menyebut gereja kecil, berasal dari nama pakaian yang dimiliki oleh seorang santo. Beginilah ceritanya.
St. Martinus dari Tours adalah seorang laskar kafir dalam angkatan bersenjata Romawi. Suatu hari di musim dingin pada abad ke-4, ia sedang mengendarai kudanya di jalanan Perancis. Ia menjumpai seorang pengemis yang menggigil kedinginan di tepi jalan. St. Martinus adalah seorang yang penuh belas kasih. Ia turun dari kudanya untuk memberikan bantuan. Dihunusnya pedangnya dan dibelahnya mantol militernya yang berwarna merah menjadi dua bagian. Kemudian diberikannya yang satu bagian kepada sang pengemis. Malam itu St. Martinus mendapat penampakan Yesus dalam suatu mimpi. Ia dibaptis dan pada akhirnya menjadi seorang uskup. St. Martinus menyimpan belahan mantolnya itu seumur hidupnya.
Beberapa abad kemudian kaisar pertama Holy Roman Empire mendirikan bangunan bundar untuk menyimpan mantol St. Martinus. Bahasa Latin untuk mantol ialah "capella". Lama kelamaan capella diartikan sebagai bangunan atau ruangan kecil untuk memuji Tuhan. Di Indonesia kita menyebutnya sebagai '"kapel".
Istilah a capella juga dipergunakan untuk menyebut nyanyian tanpa iringan musik. Para rahib di kapel mengembangkan devosi ini karena tidak cukup tempat bagi pipa-pipa piano di ruangan kapel mereka yang kecil.
AJARAN GEREJA - Mengapa Berbohong itu Dosa?
MENGAPA BERBOHONG ITU DOSA?
Suatu penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Amerika mengungkapkan bahwa 3 dari 5 anak berpendapat bahwa berbohong itu bukanlah suatu tindakan yang salah. Kenyataannya, banyak pejabat-pejabat di pemerintahan, para artis serta para tokoh olahragawan yang sering berbohong. Sebagian orang berkata bahwa mereka tidak berbohong "besar", mereka hanya mengungkapkan sebagian kebenaran dan menyembunyikan sebagian lainnya. Di lain pihak, sebagian lagi mengatakan bahwa berbohong itu selalu dosa. Jadi bagaimana, apakah berbohong itu dosa?